Tag: bokep barat Page 1 of 15

Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Cantik Di Kereta Api

Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Cantik Di Kereta Api

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Ngentot Dengan Cewek Cantik Di Kereta Api Cerita Sex – Aku kebetulan ada tugas di Jakarta, berangkat tanggal 1 Februari 2001. Aku…

Cerita Sex Ngentot Dengan Tia Pembantu Cantik Ku

Cerita Sex Ngentot Dengan Tia Pembantu Cantik Ku

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Ngentot Dengan Tia Pembantu Cantik Ku Cerita Sex – Sebelumya memang aku bingung, aku ingin menceritakan kepada siapa, aku takut kalau diceritakan…

Cerita Sex Ingin Coba Rasa Baru Dengan Cewek Cantik

Cerita Sex Ingin Coba Rasa Baru Dengan Cewek Cantik

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Ingin Coba Rasa Baru Dengan Cewek Cantik Cerita Sex – Di usiaku yang ke-27, sebenarnya aku cukup bahagia dengan perkawinanku. Apalagi dengan…

Cerita Sex Ngentot Dengan Anak Pembantu Rumah Kami

Cerita Sex Ngentot Dengan Anak Pembantu Rumah Kami

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Ngentot Dengan Anak Pembantu Rumah Kami Cerita Sex – Dony, begitu nama panggilanku. Tumbuh sebagai laki-laki aku boleh dibilang sempurna baik dalam…

Cerita Sex Ngentot Dengan Adik Sepupu Yang Cantik Dan Bohay

Cerita Sex Ngentot Dengan Adik Sepupu Yang Cantik Dan Bohay

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Ngentot Dengan Adik Sepupu Yang Cantik Dan Bohay Cerita Sex – Namaku Ani, mahasiswi tingkat tiga di sebuah perguruan tinggi negeri di…

Cerita Sex Saat aku tidur Dia Merabaku

Cerita Sex Saat aku tidur Dia Merabaku

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Saat aku tidur Dia Merabaku Cerita Sex – Liburan semester ketiga ini rencananya akan kupergunakan untuk mengunjungi kakakku yang tinggal di kota…

Cerita Sex Mijitin Tante Ida Yang Cantik Dan Bohay

Cerita Sex Mijitin Tante Ida Yang Cantik Dan Bohay

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Mijitin Tante Ida Yang Cantik Dan Bohay Cerita Sex – Tante Ida, suaminya perwira di satuan **** (edited) dan kami bertetangga. Kamar…

Cerita Sex Lucu Tukang Perkosa VS Cewek Hiper

Cerita Sex Lucu Tukang Perkosa VS Cewek Hiper

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Lucu Tukang Perkosa VS Cewek Hiper Cerita Sex – Kata Hilda dan Emi kalau menginap di rumah Anis suka diganggu adiknya. Kata…

Cerita Sex Ngentot Dengan Ibu Tiriku Yang Cantik Dan Bohay

Cerita Sex Ngentot Dengan Ibu Tiriku Yang Cantik Dan Bohay

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Ngentot Dengan Ibu Tiriku Yang Cantik Dan Bohay Cerita Sex – Namaku Ikin. Umurku sekarang 18 tahun dan Ibuku berumur 38 tahun….

Cerita Sex Akibat Buah Terlarang

Cerita Sex Akibat Buah Terlarang

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Akibat Buah Terlarang Cerita Sex – Istri sudah punya. Anak juga sudah sepasang. Rumah, meskipun cuma rumah BTN juga sudah punya. Mobil…

Saya seorang pemain bola di kesebelasan tempat tinggal saya. Karena terjadi tabrakan dengan teman, kaki saya mengalami patah tulang ringan. Dan saya harus dirawat di rumah sakit. Saya berada di kamar kelas VIP. Jadi saya bebas untuk melakukan apa saja. Saya sebetulnya sudah sehat, tetapi masih belum boleh meninggalkan rumah sakit. Makanya saya bosan tinggal disitu. Pada pagi hari ketika saya sedang tidur, saya terkejut pada saat dibangunkan oleh seorang suster. Gila..! Suster yang satu ini cantik sekali. “Mas Sony udah bangun ya..? Gimana tadi malam, mimpi indah..?” katanya. “Ya Sus, indah sekali. Saya lagi bercinta dengan cewek cantik berbaju putih Sus..? Dan mukanya mirip Suster lho..!” kata saya menggodanya. “Ah.. Mas Sony ini bisa aja.., habis ini mas mandi ya..?” katanya lembut. Lalu dia membawa handuk kecil, sabun, wash lap, dan ember kecil. Suster itu mulai menyingkap selimut yang saya pakai, serta melipatnya di dekat kaki saya. Terbuka sudah seluruh tubuh telanjang saya. Saya dengan sengaja tadi melepaskan semua baju dan celana saya. Ketika dia melihat daerah di sekitar kemalua saya, terkejut dia, karena ukuran kelamin saya serta kepalanya yang di luar normal. Sangat besar, mirip helm tentara NAZI dulu. Lalu dia mengambil wash lap dan sabun. “Sus… jangan pake wash lap.., geli… saya nggak biasa. Pakai tangan suster yang indah itu saja…” kata saya memancingnya. Suster itu mulai dengan tanganku. Dibasuh dan disabuninya seluruh tangan saya. Usapannya lembut sekali. Sambil dimandikan, saya pandangi wajahnya, dadanya, cukup besar juga kalau saya lihat. Orangnya putih mulus, tangannya lembut. Selesai dengan yang kiri, sekarang ganti tangan kanan. Dan seterusnya ke leher dan dada. Terus diusapnya tubuh saya, sapuan telapak tangannya lembut sekali saya rasakan, dan tidak terasa saya memejamkan mata untuk lebih menikmati sentuhannya. Sampai juga akhirnya pada batang kejantanan saya, dipegangnya dengan lembut ditambah sabun. Digosok batangnya, biji kembarnya, kembali ke batangnya. Saya merasa tidak kuat untuk menahan supaya tetap lemas. Akhirnya batang kemaluan saya berdiri juga. Pertama setengah tiang, lama-lama akhirnya penuh juga dia berdiri keras. Dia bersihkan juga sekitar kepala meriam saya sambil berkata lirih, “Ini kepalanya besar sekali mas… baru kali ini saya lihat kaya gini besarnya. Dikasih makan apa sih koq bisa gini mas..?” katanya manja. “Sus… enak dimandiin gini…” kata saya memancing. Dia diam saja, tetapi yang jelas dia mulai mengocok dan memainkan batang kemaluan saya. Sepertinya dia suka dengan ukurannya yang menakjubkan. “Enak Mas Sony… kalo diginikan..?” tanyanya dengan lirikan nakal. “Ssshh… iya terusin ahhh… sus… sampai keluar…” kata saya sambil menahan rasa nikmat yang tidak terkira. Tangan kirinya mengambil air dan membilas batang kejantanan saya yang sudah menegang itu, kemudian disekanya dengan tangan kanannya. Kenapa kok diseka pikir saya. Tetapi saya diam saja, mengikuti apa yang mau dia lakukan, pokoknya jangan berhenti sampai disini saja. Bisa-bisa saya pusing nantinya menahan nafsu yang tidak tersalurkan. Lalu dia dekatkan kepalanya, dan dijulurkan lidahnya. Kepala batang kejantanan saya dijilatinya perlahan. Lidahnya mengitari kepala senjata meriam saya. Semilyard dollar… rasanya… wow… enak sekali. Lalu dikulumnya batang kejantanan saya. Saya melihat mulutnya sampai penuh rasanya, tetapi belum seluruhnya tenggelam di dalam mulutnya yang mungil. Bibirnya yang tipis terayun keluar masuk saat menghisap maju mundur. Lama juga saya dikulumi suster jaga ini, sampai akhirnya saya sudah tidak tahan lagi, dan, “Crooott… crooott…” nikmat sekali. Sperma saya tumpah di dalam rongga mulutnya dan ditelannya habis. Sisa pada ujung batang kemaluan pun dijilat serta dihisapnya habis. “Sudah ya Mas, sekarang dilanjutkan mandinya ya..?” kata suster itu, dan dia melanjutkan memandikan kaki kiri saya setelah sebelumnya mencuci bersih batang kejantanan saya. Badan saya dibalikkannya dan dimandikan pula sisi belakang badan terutama punggung saya. Selesai acara mandi. “Nanti malam saya ke sini lagi, boleh khan Mas..?” katanya sambil membereskan barang-barangnya. Saya tidak bisa menjawab dan hanya tersenyum kepadanya. Saya serasa melayang dan tidak percaya hal ini bisa terjadi. Terakhir sebelum keluar kamar dia sempat mencium bibir saya. Hangat sekali. “Nanti malam saya kasih yang lebih hebat.” begitu katanya seraya meninggalkan kamar saya. Saya pun berusaha untuk tidur. Nikmat sekali apa yang telah saya alami sore ini. Sambil memikirkan apa yang akan saya dapatkan nanti malam, saya pun tertidur lelap sekali. Tiba-tiba saya dibangunkan oleh suster yang tadi lagi. Tetapi saya belum sempat menanyakan namanya. Baru setelah dia mau keluar kamar selesai meletakkan makanan dan membangunkan saya, dia memberitahukan namanya, rupanya Vina. Cara dia membangunkan saya cukup aneh. Rasanya suster dimanapun tidak akan melakukan dengan cara ini. Dia sempat meremas-remas batang kemaluan saya sambil digosoknya dengan lembut, dan hal itu membuat saya terbangun dari tidur. Langsung saya selesaikan makan saya dengan susah payah. Akhirnya selesai juga. Lalu saya tekan bel. Tidak lama kemudian datang suster yang lain, saya meminta dia untuk menyalakan TV di atas dan mengangkat makanan saya. Saya nonton acara-acara TV yang membosankan dan juga semua berita yang ditayangkan tanpa konsentrasi sedikit pun. Sekitar jam 9 malam, suster Vita datang untuk mengobati luka saya, dan dia harus membuka selimut saya lagi. Pada saat dia melihat alat kelamin saya, dia takjub. “Ngga salah apa yang diomongkan temen-temen di ruang jaga..!” demikian komentarnya. “Kenapa emangnya Sus..?” tanya saya keheranan. “Oo… itu tadi teman-teman bilang kalau punya mas besar sekali kepalanya.” jawabnya. Setelah selesai dengan mengobati luka saya, dan dia akan meninggalkan ruangan. Tetapi dia sempat membetulkan selimut saya, dia sempatkan mengelus kepala batang kejantanan saya. “Hmmm… gimana ya rasanya..?” manjanya. Dan saya hanya bisa tersenyum saja. Wah suster di sini gila semua ya pikirku. Jam 22:00, kira-kira saya baru mulai tertidur. Saya mimpi indah sekali di dalam tidur saya karena sebelum tidur tadi otak saya sempat berpikir hal-hal yang jorok. Saya merasakan hangat sekali pada bagian selangkangan, tepatnya pada bagian batang kemaluan saya, sampai saya jadi terbangun. Ternyata suster Vina sedang menghisap senjata saya. Dengan bermalas-malasan, saya menikmati terus hisapannya. Saya mulai ikut aktif dengan meraba dadanya. Suatu lokasi yang saya anggap paling dekat dengan jangkauan tangan saya. Saya buka kancing atasnya, lalu meraba dadanya di balik BH hitamnya. Terus saya mendapati segumpal daging hangat yang kenyal. Saya menelusuri sambil meremas-remas kecil. Sampai juga pada putingnya. Saya memilin putingnya dengan lembut dan Suster Vina pun mendesah. Entah berapa lama saya dihisap dan saya merabai Suster Vina, sampai dia akhirnya bilang, “Mas… boleh ya..?” katanya memelas. “Mangga Sus, dilanjut..?” tanya saya bingung. Dan tanpa menjawab dia pun meloloskan CD-nya, dilemparkan di sisi ranjang, lalu dia naik ke ranjang dan mulai mengangkangkan kakinya di atas batang kejantanan saya. Dan, “Bless…” dia memasukkan kemaluan saya pada lubangnya yang hangat dan sudah basah sekali. “Aduh.. Mas.., kontolnya hangat dan enak lho… ohhhh…” Lalu dia pun mulai menggoyang perlahan. Pertama dengan gerakan naik turun, lalu disusul dengan gerakan memutar. Wah.., suster ini rupanya sudah profesional sekali. Lubang senggamanya saya rasakan masih sangat sempit, makanya dia juga hanya berani gerak perlahan. Mungkin juga karena saya masih sakit. Lama sekali permainan itu dan memang dia tidak mengganti posisi, karena posisi yang memungkinkan hanya satu posisi. Saya tidur di bawah dan dia di atas tubuh saya. Sampai saat itu belum ada tanda-tanda saya akan keluar, tetapi kalau tidak salah, dia sempat mengejang sekali. Tadi di pertengahan dan lemas sebentar, lalu mulai menggoyang lagi. Sampai tiba-tiba pintu kamarku dibuka dari luar, dan seorang suster masuk dengan tiba-tiba. Kaget sekali kami berdua, karena tidak ada alasan lain, jelas sekali kami sedang main. Apalagi posisinya baju dinas Suster Vina terbuka sampai perutnya, dan BH-nya juga sudah terlepas dan tergeletak di lantai. Ternyata yang masuk suster Vita, dia langsung menghampiri dan bilang, “Teruskan saja Vin… gue cuman mau ikutan… memek gue udah gatel nich..!” katanya dengan santai. Suster Vita pun mengelus dada saya yang agak bidang, dia ciumi seluruh wajah saya dengan lembut. Saya membalasnya dengan meremas dadanya. Dia diam saja, lalu saya buka kancingnya, terus langsung saya loloskan pakaian dinasnya. Saya buka sekalian BH-nya yang berenda tipis dan merangsang. Dadanya terlihat masih sangat kencang. Tinggal CD minim yang digunakannya yang belum saya lepaskan. Suster Vina masih saja dengan aksinya naik turun dan kadang berputar. Saya lihat dadanya yang terguncang akibat gerakannya yang mulai liar. Lidah Suster Vita mulai memasuki rongga mulut saya dan langsung saya hisap ujung lidahnya yang menjulur itu. Tangan kiri saya mulai meraba di sekitar selangkangan Suster Vita dari luar. Basah sudah CD-nya, dengan perlahan saya tarik ke samping dan saya mendapatkan permukaan bulu halus menyelimuti liang kewanitaannya. Saya elus perlahan, baru kemudian sedikit menekan. Ketemu sudah klit-nya. Agak ke belakang saya rasakan semakin menghangat. Tersentuh olehku kemudian liang nikmat tersebut. Saya raba sampai tiga kali sebelum akhirnya memasukkan jari saya ke dalamnya. Saya mencoba memasukkan sedalam mungkin jari telunjuk saya. Kemudian disusul oleh jari tengah. Saya putar jari-jari saya di dalamnya. Baru kemudian saya kocok keluar masuk sambil memainkan jempol saya di klit-nya. Dia mendesah ringan, sementara Suster Vina rebahan karena lelah di dadaku dengan pinggulnya tiada hentinya menggoyang kanan dan kiri. Suster Vita menyibak rambut panjang Suster Vina dan mulai menciumi punggung terbuka itu. Suster Vina semakin mengerang, mengerang, dan mengerang, sampai pada erangan panjang yang menandakan dia akan orgasme, dan semakin keras goyangan pinggulnya. Sementara saya sendiri mencoba mengimbangi dengan gerakan yang lebih keras dari sebelumnya, karena dari tadi saya tidak dapat terlalu bergoyang, takut luka saya menjadi sakit. Suster Vina mengerang panjang sekali seperti orang sedang kesakitan, tetapi juga mirip orang kepedasan. Mendesis di antara erangannya. Dia sudah sampai rupanya, dan dia tahan dulu sementara, baru dicabutnya perlahan. Sekarang giliran Suster Vita, dilapnya dulu batang kemaluan saya yang basah oleh cairan kenikmatan, dikeringkan, baru dia mulai menaiki tubuh saya. Ketika Suster Vita telah menempati posisinya, saya melihat Suster Vina mengelap liang kemaluannya dengan tissue yang diambilnya dari meja kecil di sampingku. Suster Vita seakan menunggang kuda, dia menggoyang maju mundur, perlahan tapi penuh kepastian. Makin lama makin cepat iramanya. Sementara kedua tangan saya asyik meremas-remas dadanya yang mengembung indah. Kenyal sekali rasanya, cukup besar ukurannya dan lebih besar dari miliknya Suster Vina. Yang ini tidak kurang dari 36C. Sesekali saya mainkan putingnya yang mulai mengeras. Dia mendesis, hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya. Desisan itu sungguh manja kurasakan, sementara Suster Vina telah selesai dengan membersihkan liang hangatnya. Kemudian dia mulai lagi mengelus-elus badan telanjang Suster Vita dan juga memainkan rambutku, mengusapnya. Kemudian karena sudah cukup pemanasannya, dia mulai menaiki ranjang lagi. Dikangkangkannya kakinya yang jenjang di atas kepala saya. Setengah berjongkok gayanya saat itu dengan menghadap tembok di atas kepala saya. Kedua tangannya berpegangan pada bagian kepala ranjang. Mulai disorongkannya liang kenikmatannya yang telah kering ke mulut saya. Dengan cepat saya julurkan lidah, lalu saya colek sekali dan menarik nafas, “Hhhmmm…” bau khas kewanitaannya. Saya jilat liangnya dengan lidah saya yang memang terkenal panjang. Saya mainkan lidah saya, mereka berdua mengerang bersamaan, kadang bersahutan. Saya lihat lubang pantatnya yang merah agak terbuka, lalu saya masukkan jari jempol ke dalam lubang pantatnya. Suster Vina merintih kecil, “Auuww… mas nakal deh..!” Lalu saya jilati lubang pantatnya yang sudah mulai basah itu, tapi kemudian, “Tuuuttt..!” Saya kaget, “Suster kentut ya..?” tanya saya. Suster Vina tertawa kecil lalu minta maaf. Lalu kembali saya teruskan jilatan saya. Lama sekali permainannya, sampai tiba-tiba Suster Vita mengerang besar dan panjang serta mengejang. Setelah Suster Vita selesai, dia mencabut batang kejantanan saya, sedang lidah saya tetap menghajar liang kenikmatan Suster Vina. Sesekali saya menjilati klit-nya. Dia menggelinjang setiap kali lidah saya menyentuh klit-nya. Mendengar desisan Suster Vina sudah lemas dan beranjak turun dari posisinya, saya menyudahi permainan ini. Saya lunglai rasanya menghabisi dua suster sekaligus. “Kasihan Mas Sony, nanti sembuhnya jadi lama… soalnya ngga sempet istirahat..!” kata Suster Vina. “Iya dan kayanya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya malem ini.” sahut suster Vita. “Kalo itu dibuat system arisan saja.” kata Suster Vina sadis sekali kedengarannya. “Emangnya gue piala bergilir apa..?” kata saya dalam hati. Malam itu saya tidur lelap sekali dan saya sempat minta Suster Vina menemaniku tidur, saya berjanji tiap malam, mereka dapat giliran menemani saya tidur, tetapi setelah mendapat jatah batin tentunya. Malam itu kami tidur berdekapan mesra sekali seperti pengantin baru dan sama-sama polos. Sampai jam 4 pagi, dia minta jatah tambahan dan kami pun bermain one on one (satu lawan satu, tidak keroyokan seperti semalam). Hot sekali dia pagi itu, karena kami lebih bebas tetapi yang kacau adalah setelah selesai. Saya merasa sakit karena luka kaki saya menjadi berdarah lagi. Jadi terpaksa ketahuan dech sama Suster Vita kalau ada sesi tambahan, dan mereka berdua pun ramai-ramai mengobati luka saya, sambil masih ingin melihat kejantanan dasyat yang meluluh lantakkan tubuh mereka semalaman. Setelah itu, sekitar jam 5:00, saya kembali tidur sampai pagi jam 7:20. Saya dibangunkan untuk mandi pagi. Mandi pagi dibantu oleh Suster Vita dan sempat dihisap sampai keluar dalam mulutnya. Pada pagi harinya, Dokter Vivi melihat keadaan saya. “Gimana Mas Sony, masih sakit kakinya..?” katanya. “Sudah lumayan Dok..!” kata saya. Lalu, “Sekarang coba kamu tarik nafas lalu hembuskan, begitu berulang-ulang ya..!” Dengan stetoskopnya, Dokter Vivi memeriksa tubuh saya. Saat stetoskopnya yang dingin itu menyentuh dada saya, seketika itu juga suatu aliran aneh menjalar di tubuh saya. Tanpa saya sadari, saya rasakan batang kejantanan saya mulai menegang. Saya menjadi gugup, takut kalau Dokter Vivi tahu. Tapi untung dia tidak memperhatikan gerakan di balik selimut saya. Namun setiap sentuhan stetoskopnya, apalagi setelah tangannya menekan-nekan ulu hati, semakin membuat batang kejantanan saya bertambah tegak lagi, sehingga cukup menonjol di balik selimut. “Wah, kenapa kamu ini..? Kok itu kamu berdiri..? Terangsang saya ya..?” katanya. Mati deh! Ternyata Dokter Vivi mengetahui apa yang terjadi diselangkangan saya. Aduh! Lalu dia dengan tiba-tiba membuka selimut sambil berkata, “Sekarang saya mau periksa kaki mas…” katanya. Dan, “Opsss… i did it again..!” terpampanglah kemaluan saya yang besar dihadapannya. Gila! Dokter Vivi tertawa melihat batang kejantanan saya yang besar dan mengeras itu. “Uh, kontol mas besar ya..?” kata Dokter Vivi serasa mengelus kemaluan saya dengan tangannya yang halus. Wajah saya menjadi bersemu merah dibuatnya, sementara tanpa dapat dicegah lagi, senjata saya semakin bertambah tegak tersentuh tangan Dokter Vivi. Dokter Vivi masih mengelus-elus dan mengusap-usap batang kejantanan saya itu dari pangkal hingga ujung, juga meremas-remas biji kembar saya. “Mmm… mas pernah bermain..?” katanya manja. Saya menggeleng. Saya pura-pura agar ya…ya…ya…. “Aahhh…” saya mendesah ketika mulut Dokter Vivi mulai mengulum kemaluan saya. Lalu dengan lidahnya yang kelihatannya sudah mahir, digelitiknya ujung kemaluan saya itu, membuat saya menggerinjal-gerinjal. Seluruh kemaluan saya sudah hampir masuk ke dalam mulut Dokter Vivi yang cantik itu. Dengan bertubi-tubi disedot-sedotnya kemaluan saya. Terasa geli dan nikmat sekali. Dokter Vivi segera melanjutkan permainannya. Ia memasukkan dan mengeluarkan kejantanan saya dari dalam mulutnya berulang-ulang, naik-turun. Gesekan-gesekan antara kemaluan saya dengan dinding mulutnya yang basah membangkitkan kenikmatan tersendiri bagi saya. “Auuh… aahhh…” akhirnya saya sudah tidak tahan lagi. Batang kemaluan saya menyemprotkan sperma kental berwarna putih ke dalam mulut Dokter Vivi. Bagai kehausan, Dokter Vivi meneguk semua cairan kental tersebut sampai habis. “Duh, masa baru begitu saja mas udah keluar.” Dokter Vivi meledek saya yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks. “Dok.., saya… baru pertama kali… melakukan ini…” jawab saya terengah-engah (kena dia, tetapi memang saya akui hisapannya lebih hebat dari kedua suster tadi malam). Dokter Vivi tidak menjawab. Ia mencopot jas dokternya dan menyampirkannya di gantungan baju di dekat pintu. Kemudian ia menanggalkan kaos oblong yang dikenakannya, juga celana jeans-nya. Mata saya melotot memandangi payudara montoknya yang tampaknya seperti sudah tidak sabar ingin meloncat keluar dari balik BH-nya yang halus. Mata saya serasa mau meloncat keluar sewaktu Dokter Vivi mencopot BH-nya dan memelorotkan CD-nya. Astaga! Sungguh besar namun terpelihara dan kencang. Tidak ada tanda-tanda kendor atau lipatan-lipatan lemak di tubuhnya. Demikian pula pantatnya. Masih menggumpal bulat yang montok dan kenyal. Benar-benar tubuh paling sempurna yang pernah saya lihat selama hidup ini. Saya merasakan batang kejantanan saya mulai bangkit lebih tinggi menyaksikan pemandangan yang teramat indah ini. Dokter Vivi kembali menghampiri saya. Ia menyodorkan payudaranya yang menggantung kenyal ke wajah saya. Tanpa mau membuang waktu, saya langsung menerima pemberiannya. Mulut saya langsung menyergap payudara nan indah ini. Sambil menyedot-nyedot puting susunya yang amat tinggi itu, mengingatkan saya ketika menyusu pada kedua suster tadi malam. “Uuuhhh… Aaah…” Dokter Vivi mendesah-desah tatkala lidah saya menjilat-jilati ujung puting susunya yang begitu tinggi menantang. Saya permainkan puting susu yang memang amat menggiurkan ini dengan bebasnya. Sekali-sekali saya gigit puting susunya itu. Tidak cukup keras memang, namun cukup membuat Dokter Vivi menggelinjang sambil meringis-ringis. Tidak lama kemudian, saya menarik tangan Dokter Vivi agar ikut naik ke atas tempat tidur. Dokter Vivi memahami apa maksud saya. Ia langsung naik ke atas tubuh saya yang terbaring telentang di tempat tidur. Perlahan-lahan dengan tubuh sedikit menunduk, ia mengarahkan kemaluan saya ke lubang kewanitaannya yang di sekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu lebat kehitaman. Lalu dengan cukup keras, setelah batang kejantanan saya sudah masuk 2 cm ke dalam liang senggamanya, ia menurunkan pantatnya, membuat senjata saya hampir tertelan seluruhnya di dalam lubang surganya. Saya melenguh keras dan menggerinjal-gerinjal cukup kencang waktu ujung kepala kemaluan saya menyentuh pangkal rahim Dokter Vivi. Menyadari bahwa saya mulai terangsang, Dokter Vivi menambah kualitas permainannya. Ia menggerak-gerakkan pantatnya, berputar-putar ke kiri ke kanan dan naik turun ke atas ke bawah. Begitu seterusnya berulang-ulang dengan tempo yang semakin lama semakin tinggi. Membuat tubuh saya menjadi meregang merasakan nikmat yang bukan main. Saya merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang keperkasaan saya sudah nyaris menyemprotkan cairan kenikmatan lagi. Namun saya mencoba menahannya sekuat tenaga dan mencoba mengimbangi permainan Dokter Vivi yang liar itu. Akhirnya, “Aaahh…” jerit saya. “Ouuhhh..!” desah Dokter Vivi. Dokter Vivi dan saya menjerit keras. Kami berdua mencapai klimaks hampir bersamaan. Saya menyemprotkan air mani saya di dalam liang rahim Dokter Vivi yang masih berdenyut-denyut menjepit keperkasaan saya yang masih kelihatan tegang itu. Lalu, wajah, mata, dahi, hidung saya habis diciumi oleh Dokter Vivi sambil berkata, “Terima kasih Mas Sony, ohhh… endanggg..!” Kami tidak lama kemudian tertidur dalam posisi yang sama, yaitu kakinya melingkar di pinggang saya sambil memeluk tubuh saya dengan hangat. Nah itulah cerita saya.

Cerita Sex Suster Dan Pasien

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Suster Dan Pasien Cerita Sex – Saya seorang pemain bola di kesebelasan tempat tinggal saya. Karena terjadi tabrakan dengan teman, kaki saya…

Cerita Sex Ngentot Dengan Bapak Kost Yang Bertubuh Kekar

Cerita Sex Ngentot Dengan Bapak Kost Yang Bertubuh Kekar

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Ngentot Dengan Bapak Kost Yang Bertubuh Kekar Cerita Sex – Pagi itu kulihat Oom Pram sedang merapikan tanaman di kebun, dipangkasnya daun-daun…

Ahhh…Jangan Pak!!

Ahhh…Jangan Pak!!

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Ahhh…Jangan Pak!! Cerita Sex – Kira-kira empat bulan lalu, aku pindah dari rumah kontrakanku ke rumah yang aku beli. Rumah yang baru ini hanya…

Cerita Sex Ngentot Dengan Pacarki Di Rumah Ku Yang Lagi Sepi

Cerita Sex Ngentot Dengan Pacarki Di Rumah Ku Yang Lagi Sepi

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Ngentot Dengan Pacarki Di Rumah Ku Yang Lagi Sepi Cerita Sex – Kisah ini terjadi dalam kehidupan saya sehari-hari dan berlangsung sampai…

Cerita Sex Gairah Nafsu Kontrakan Bersama Kakak Ipar Istriku

Cerita Sex Gairah Nafsu Kontrakan Bersama Kakak Ipar Istriku

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Gairah Nafsu Kontrakan Bersama Kakak Ipar Istriku Cerita Sex – Nama Aku Yonar, aku adalah seorang lelaki yang sudah menikah, istriku mempunyai…

Cerita Sex Ngentot Sahabat Sendiri Yang Bernafsu

Cerita Sex Ngentot Sahabat Sendiri Yang Bernafsu

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Ngentot Sahabat Sendiri Yang Bernafsu Cerita Sex – Kali Iini Berawal Dari Perkenalanku dengan Yussi bermula dari chatroom. Waktu itu tahun 2001…

Cerita Sex Selingkuh Karena Kurang Kepuasan Seks

Cerita Sex Selingkuh Karena Kurang Kepuasan Seks

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Selingkuh Karena Kurang Kepuasan Seks Cerita Sex – Kali ini adalah kisah dua orang sahabat sejati, Arif Budiman dan Ivan Cornellus, yang…

Cerita Sex Menikmati Liang Kemaluan Bu Denok

Cerita Sex Menikmati Liang Kemaluan Bu Denok

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Menikmati Liang Kemaluan Bu Denok Cerita Sex – Namaku Indra, dan ini ceritaku saat masih 18 tahun. Saat berangkat keyogya untuk kuliah…

Cerita Sex Dapat Prawan Tetangga Rumah

Cerita Sex Dapat Prawan Tetangga Rumah

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Dapat Prawan Tetangga Rumah Cerita Sex – Ini terjadi gara-gara istriku yang pulang kampung. Sementara birahi sex ku yang memuncak dan tak…

Film Dewasa – ABG Sange

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Film Dewasa – ABG Sange

Cerita Sex Tamu hotelku dengan Ngentoti aku

Cerita Sex Tamu hotelku dengan Ngentoti aku

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Tamu hotelku dengan Ngentoti aku Cerita Sex – Gue ingin berbagi pengalaman ngesek dengan tamu hotelku yang cantik. pengalamanku ini berawal dari disuruh ngerekam…

Cerita Sex Sandy Cewek Kos Yang Cantik Suka Ngentot

Cerita Sex Sandy Cewek Kos Yang Cantik Suka Ngentot

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Sandy Cewek Kos Yang Cantik Suka Ngentot Cerita Sex – Aku bernama Sandy, ini pertama kali aku mengenal seks, tetapi saat aku…

Cerita dewasa Kapten kapal mengentotku

Cerita dewasa Kapten kapal mengentotku

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita dewasa Kapten kapal mengentotku Cerita Sex – Aku adalah seorang gadis dari Kawanua, sebut saja namaku Inge, aku anak pertama dari 6 bersaudara…

Cerita dewasa Nafsuku di puaskan anak Sulung

Cerita dewasa Nafsuku di puaskan anak Sulung

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita dewasa Nafsuku di puaskan anak Sulung Cerita Sex – Bukan salahku kalau aku masih menggebu-gebu dalam berhubungan seks. Sayangnya suamiku sudah uzur, kami…

Cerita ABG SMA Ngentot Panas hot

Cerita ABG SMA Ngentot Panas hot

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita ABG SMA Ngentot Panas hot Cerita Sex – Perkenalkan dulu namaku Renni. Aku memiliki wajah yang imut dengan kulit putih mulus dan body…

Film Dewasa – Bercinta Dengan Teman SMA Dulu

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Film Dewasa – Bercinta Dengan Teman SMA Dulu

Seks Dengan Dewi Tanteku Yang Seksi

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Seks Dengan Dewi Tanteku Yang Seksi Kumpulan ini diawali dari jaman aku sma. Dulu waktu aku sma, aku selalu pilih-pilih dalam mencintai wanita….

Cerita Sex Aku Di Perkosa Kakak ku Dan Ketagihan

Cerita Sex Aku Di Perkosa Kakak ku Dan Ketagihan

ACEPOKER99 AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA Cerita Sex Aku Di Perkosa Kakak ku Dan Ketagihan Cerita Sex – Pertama kali aku melakukan hubungan seks dengan kakakku nomor dua saat aku…